Disuntik Mati Tahun 2021, Berikut Sejarah Singkat Isuzu Panther di Indonesia

Memiliki tenaga yang lumayan oke, irit bahan bakar, dan daya tampung yang besar, membuat pemasaran Isuzu Panther sangat sukses di pasar otomotif Indonesia selama puluhan tahun. Sayangnya, Isuzu terpaksa menghentikan produksi model ini pada tahun lalu karena terbentur masalah regulasi emisi gas.

Sedikit mengulas sejarahnya, Mobil ini pertama kali hadir di Indonesia pada 1987 silam dan langsung bersaing ketat dengan Toyota Kijang. Generasi pertama mobil berbahan bakar diesel ini mengandalkan mesin dengan kode C223 berkapasitas 2.238 cc 4 silinder, OHV, Indirect Injection. Tenaga maksimum yang dihasilkan oleh mesin tersebut mencapai 73 PS pada putaran 4.300 rpm dengan torsiĀ  140 Nm pada putaranĀ 2.400 rpm.

BACA JUGA: Cara Membersihkan Interior Mobil, Ternyata Nggak Susah!

Generasi pertama Isuzu Panther ini dipasarkan dalam bentuk karoseri, sehingga memit tipe yang beragam, diantaranya Isuzu Panther Bravo, Miyabi, Sparta, dan Golden. Lalu, tipe Hi Grade, Grand Deluxe, Deluxe, dan Standard.

Soal kapasitas, Isuzu Panther punya daya tampung yang besar dan bisa memuat hingga sembilan orang, dengan konfigurasi dua orang di baris pertama, tiga orang di baris kedua, dan empat orang di baris ketiga. Hal ini dikarenakan kursi di baris ketiga dibuat menyamping sehingga posisi duduknya berhadap-hadapan.

Pada tahun 1996, Isuzu Panther generasi kedua dihadirkan. Mesin yang diusung juga berbeda dari generasi pertama, yakni mesin berkode AJA1 4 silinder berkapasitas 2.500 cc yang sudah dilengkapi dengan teknologi direct injection. Mesin tersebut mampu menyemburkan tenaga hingga 80 PS pada 3.900 rpm dan torsi puncak 170 Nm pada putaran mesin 2.300 rpm.

Tercatat, Isuzu Panther generasi kedua ini hadir dalam beberapa varian, diantaranya tipe Touring, Grand Touring, LS Hi Grade, SS, LV, SV, LM, dan SM.

Isuzu Panther generasi kedua ini kemudian mengalami penyegaran pada tahun 2004. Perubahan tidak banyak, hanya pada desain lampu, grille, interior. Selain itu, semua tipe  kecuali Touring sudah dibekali dengan teknologi turbo untuk mengejar standar Euro 2. Varian yang ditawarkan untuk versi facelift ini antara lain Grand Touring, Touring, LS Turbo, LS Hi Grade, Adventure, LV, dan Smart yang menggantikan varian LM.


Pada tahun 2013, Isuzu Panther kembali mengalami facelift dengan ubahan cukup signifikan, khususnya untuk tipe tertinggi nya, Grand Touring. Sejumlah ubahan desain terlihat dari panel instrumen, pintu belakang, rear tow hook, model ban serep, dan lainnya. Varian yang ditawarkan untuk versi facelift kali ini hanya empat, yakni Grand Touring, LS Turbo, LV Turbo, dan Smart Turbo.

Sayangnya, pada 2020 lalu Isuzu memutuskan untuk tidak lagi memproduksi mobil ini karena emisi gas yang dihasilkan tidak memenuhi standar  Euro 4. Puncaknya pada 10 Februari 2021,  penjualan Isuzu Panther resmi dihentikan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.